Sabtu, 18 Oktober 2014

Perbedaan Antara Sekadar Jatuh Cinta dan Benar-Benar Mencintai Seseorang

Sekilas, tidak ada perbedaan yang
kentara antara momen jatuh cinta
dan mencintai seseorang. Padahal,
kedua hal itu justru jauh dari kata
‘sama’. Manusia bisa jadi makhluk
banal yang siap tergila-gila pada
siapa saja. Namun, mereka juga bisa
menjadi makhluk yang mencintai
dengan setia, tanpa merasa perlu
mencari selainnya.

Apakah kamu sedang jatuh cinta,
atau sudah bisa benar-benar
mencintai? Sebelum buru-buru
melabeli rasamu, simak perbedaan
keduanya di artikel ini, ya!

1. Jatuh Cinta Berarti Ingin
Memiliki. Mencintai
Membuatmu Merasa Tercukupi.
Ketika jatuh cinta dengan seseorang,
kamu akan merasa bahwa dialah
yang terbaik. Kamu melihat
kesempurnaan di wajahnya, lewat
penampilan, cara berpikir, hingga
caranya bertutur kata. Memuja
hampir segala yang dia punya
membuatmu cenderung buta. Di saat
ini kamu akan menganggap bahwa
bahagia berarti ketika bisa
memilikinya.

Namun, rasa cinta yang
sesungguhnya bukan semata-mata
hasrat ingin memiliki. Tanda bahwa
kamu benar-benar mencintai adalah
ketika kehadirannya jadi begitu
penting dalam hidupmu. Bukan
berarti hidupmu tidak bahagia tanpa
dia, tapi keberadaannya di
sampingmu yang menjadikan
hidupmu sah dikatakan sempurna.

2. Jatuh Cinta Membuatmu
Sering Meminta, Tapi Mencintai
Berarti Banyak-Banyak Memberi

Jatuh cinta bisa membuatmu
berubah menjadi egois. Kamu
berharap dibalas sepadan, minta
diperhatikan, hingga menuntut
untuk selalu dimengerti. Jika jatuh
cinta berarti menjadikan kekasihmu
bagai budak yang wajib
membahagiakanmu, bukankah
cintamu berarti kesialan baginya?

Cinta justru harus banyak-banyak
memberi. Ketika benar-benar
mencintai, kamu akan merasa
bahwa dia layak mendapatkan
dirimu seutuhnya. Rasa cinta, kasih
sayang, dan perhatian tidak pernah
ragu-ragu kamu berikan. Rela
belajar masak demi membuatkan
bekal makan untuknya, peduli
dengan kebersihan kamarnya,
hingga perkara cukup rapikah baju
yang hari ini dia kenakan. Cinta
dengan hebatnya
menjadikanmu ikhlas.

3. Emosi yang Meledak-Ledak
Itu Berbeda Dari Hati yang
Selalu Bisa Diredam

Jatuh cinta membuat emosimu
cenderung fluktuatif. Rencana
kencan di Sabtu malam bisa
membuatmu senyum-senyum
bahagia sepanjang hari. Tapi,
sebentar saja dia terlambat
menjemput sudah membuatmu
uring-uringan. Bahkan saat
perbedaan pendapat akhirnya
membuat kalian mencicipi momen
pertengkaran, kamu akan
terpancing merasakan kekecewaan
hebat.

Saat bisa mencintai dalam-dalam,
kamu tidak lagi melewati drama-
drama dalam hubunganmu. Selain
bisa menjalani hubungan yang
dewasa, emosimu cenderung lebih
stabil. Melewati satu hari tanpa
kabar darinya tidak lagi
membuatmu gundah. Terpisah jarak
lantaran urusan pekerjaan pun
bukan lagi masalah. Satu-satunya
yang bisa membuatmu tenang
adalah ketika dia mendapatkan yang
terbaik – yang membuatnya bahagia.

4. Ketika Kamu Tidak Pernah
dengan Sengaja Mengingatnya
Setiap Saat

Banyak yang beranggapan bahwa
jatuh cinta jauh lebih mudah dan
lebih sederhana daripada mencintai
seseorang. Dia yang sukses
membuatmu jatuh cinta terus
berputar-putar di kepalamu. Tidak
sedetik pun kamu lewatkan tanpa
mengingat kenangan-kenangan saat
bersamanya. Tunggu! Sekedar
mengingatnya bukan berarti kamu
benar-benar peduli padanya, lho!
Saat benar-benar mencintai
pasanganmu, kamu justru tidak
butuh setiap saat untuk
memikirkannya. Tanpa perlu
diperintah atau dirangsang, alam
bawah sadarmu yang menempatkan
dia dalam ingatan. Saat makan
siang, sepiring nasi putih dan ayam
goreng membuatmu mengingatnya
yang menggemari makanan itu.

Ketika melihat jam tangan yang
terlihat cocok dia kenakan, kamu
tidak ragu untuk membeli dan
menyimpankan untuknya. Pikirmu:
“nanti akan kuberikan jika jam
tangan miliknya rusak”.

5. Bersamanya Tidak
Membuatmu Mabuk, Tanpa Dia
Pun Kamu Akan Baik-Baik Saja

Jatuh cinta membuatmu ingin selalu
menghabiskan waktu untuk bersama
pasanganmu. Berangkat ke kampus,
makan siang bersama, pulang
kuliah, jalan-jalan; banyak hal yang
tidak ingin dilewatkan begitu saja
tanpa kehadirannya. Setiap hari,
kamu ingin bisa lebih dekat dengan
pasanganmu. Berharap hubungan
yang terjalin di antara kalian akan
semakin akrab dan intim.

Tapi porsi cinta kalian tidak akan
selalu sama. Ada kalanya hubungan
jadi begitu hangat. Tapi rasa jenuh
bisa juga memaksa kalian sedikit
berjarak. Naik turunnya kadar cinta
kalian tidak perlu dipersoalkan.
Ketika bisa benar-benar mencintai
pasangan, kamu justru akan
menjalani hubungan yang lebih
santai dan minim rasa tidak aman.

Cinta yang kuat di dalam hati bisa
meyakinkanmu bahwa semua akan
baik-baik saja.

6. Berbeda dengan Cinta yang
Sebenarnya, Jatuh Cinta Itu
Perkara Sepele

Kadang, cinta sekedar layaknya
kreasi pikiran dan perasaan
manusia. Ketika diinginkan dan
diizinkan, kamu bisa jatuh cinta
dengan teman baru atau orang asing
yang kamu temui di bus kota saat
berangkat ke kantor. Tapi, momen
jatuh cinta yang sesaat dan tiba-tiba
belum bisa menjanjikan apa-apa.

Cinta itu bisa saja semakin kuat, pun
sekejap hilang berganti cinta yang
lain.

Cinta yang sungguh-sungguh
biasanya sudah melewati berbagai
ujian. Kamu dan pasanganmu
mungkin sudah menjalin hubungan
selama beberapa tahun. Melewati
momen bahagia, sedih, hingga
perasaan kecewa lantaran
kepercayaan yang pernah
dikhianati. Namun, cinta yang kuat
menjadikan kalian bisa bertahan —
bukan memilih menyerah lalu
mencari cinta yang lain.

7. Ketika Benar-Benar Mencintai
Pasanganmu Berarti Kamu
Sukses Mencintai Dirimu
Sendiri

Cinta yang sejati atau sungguh-
sungguh tidak akan mudah hilang
dan berganti. Selamanya, cinta itu
akan tinggal dalam hati dan dirimu,
sekalipun si pembawa cinta sudah
tidak bersamamu lagi.

Bisa benar-benar mencintai
seseorang membuatmu selalu ingin
bercermin. Dia yang tinggal dalam
hati bisa menjadikanmu pribadi
yang baru. Segala yang kamu cintai
atas dirinya berhasil
mempengaruhimu. Di saat inilah,
kamu menikmati cinta yang
sesungguhnya: cinta yang
damai, menghangatkan, dan
membuatmu berkembang.

Yup, hendak sekedar jatuh cinta
atau mencerapi cinta dalam-dalam
adalah hak setiap orang. Yang pasti,
keduanya tidak lantas boleh
melemahkanmu. Seharusnya cinta
bisa membuat hidupmu lebih
bahagia, ‘kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar