Dengan judul
"KENAPA AKU MEMILIH ISTRIKU"
Dia adalah mahasiswa perguruan tinggi
disebuah salah satu universitas di Semarang.
Sebut saja namanya Pak Handoyo, dia seorang
mahasiswa Sarjana D2 dan dia kuliah lagi guna
mendapatkan ijazah S1. Dia sudah berkeluarga
mempunyai istri dan satu orang anak.
Suatu hari saat pelajaran kuliah dimulai. Satu
jam kemudian, untuk mengurangi kejenuhan,
Dosen membuat sebuah pertanyaan. Dan Pak
Handoyo disuruh untuk maju ke depan. Lalu
Dosen mengajukan sebuah pertanyaan.
"Sekarang pilihlah 10 orang yang anda anggap
penting, dan tuliskan!"
Lalu dia tuliskan 10 orang pilihannya
diwhitebord. Tak lama kemudian 10 sudah
tertera dipapan tulis. Ada sodara, teman,
sahabat, tetangga, anak, istri dan orang tuanya.
Lalu dosen itu berkata lagi.
"coret/silahkan hapus 2 orang dari kesepuluh
pilihanmu itu!"
Tak lama kemudian Pak Handoyo menghapus 2
pilihannya yaitu tetangga dan temannya, dan
tersisalah 8 orang.
Lalu dosen itu berkata lagi.
"hapuslah 2 orang lagi !!"
Hingga ahirnya hanya tersisa 3 pilihan nama
yaitu Orang tuanya, Istrinya, dan anaknya.
Dan dosen itupun berkata lagi "Silahkan hapus
2 nama lagi dan sisakan satu!!"
Suasana ruang kuliahpun sekejap menjadi
hening.
Pak Handoyo bingung diantara ke-3 nama itu
yang akan dipilihnya siapa. Kira-kira 1menit
kemudian. Dicoretlah nama orangtuanya dan
anaknya. Sehingga tersisa 1 nama yaitu nama
istrinya.
Dan dosen itupun berkata. Kenapa anda
memilih istri anda tinimbang kedua orang tua
yg telah membesarkanmu?
Lalu pak handoyo menjawab. (Dengan mata
berkaca-kaca)
"Tadi bapak menyuruh saya memilih dan
ahirnya tersisalah 3 pilihan yaitu orangtua saya,
istri, dan anak saya.
Alasan kenapa saya tak memilih orang tua saya
adalah ORANG TUA BUKANLAH PILIHANKU,
MELAINKAN MEREKA ADALAH PILIHAN TUHAN,
ANUGRAH, DAN KARUNIANYA. Dan KELAK
MEREKA AKAN MENINGGALKAN SAYA PADA
WAKTUNYA NANTI DAN TAK AKAN BERSAMAKU
HINGGA SAYA MATI NANTI.
Dan
Alasan kenapa saya tak memilih anak saya.
ANAK SAYA KELAK SAAT BESAR JUGA AKAN
MENINGGALKAN SAYA, KARNA IA AKAN
MENIKAH DAN MEMPUNYAI KELUARGA SENDIRI
DAN AKAN HIDUP DENGAN KELUARGA
BARUNYA.
Dan alasan kenapa saya memilih istri saya.
"KARENA IALAH PILIHANKU UNTUK KUNIKAHI.
Bukan pilihan orangtua, sodara /teman saya.
Ialah yang akan menemaniku, menjagaku,
membahagiakanku dan akan bersamaku
selamanya hingga tua dan mati nantinya."
Lalu dosen dan teman-temannya satu ruang
memberikan tepuk tangan untuk pak handoyo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar